Category Sejarah Islam Awal

Fluiditas al-Qur’an? Sebuah Perdebatan (Review Artikel Nicolai Sinai) Bagian Pertama

Oleh: Annas Rolli Muchlisin Sumber-sumber tradisional Muslim menginformasikan bahwa mushaf al-Qur’an yang kita miliki sekarang secara resmi telah dibukukan pada masa khalifah Utsmān bin ‘Affān (w. 656). Namun, beberapa sarjana modern, seperti Mun’im Sirry (Notre Dame) untuk konteks diskursus di…

Read More
Reartikulasi Dogmatik al-Qur'an atas Konsep-Konsep Inti dalam Injil Aramaik: Review Buku Emran El-Badawi

Reartikulasi Dogmatik al-Qur’an atas Konsep-Konsep Inti dalam Injil Aramaik: Review Buku Emran El-Badawi

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Buku Christoph Luxenberg berjudul Die Syro-aramäische Lesart des Koran (terbit 2000) secara ‘membabi-buta‘ mengelaborasi tesis tentang dialog al-Qur’an dengan Kitab Suci Agama-Agama kuno. Disebut demikian, karena si penulis dengan pd-nya mengklaim bahwa al-Qur’an tidak ditulis dalam…

Read More
Polemik Mun'im Sirry (Part 1)

Polemik Mun’im Sirry (Part 2): Rekontruksi Hipotetikal Seorang Teolog Progresif

Oleh: Fadhli Lukman Di akhir bagian pertama tulisan saya sebelumnya, saya menyinggung tentang adanya ambiguitas dalam positioning Mun’im sebagai seorang penulis: apakah ia pengkaji sejarah Islam awal—dalam kata lain, seorang sejarawan, atau pengamat kesarjanaan revisionis mengenai Al-Qur’an atau sejarah Islam…

Read More
Imam Shafii Tomb

Benarkah ‘al-Umm’ Ditulis Oleh al-Shafi’i (767-820)? (Ahmed Shamsy membantah Norman Calder)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Di kalangan revisions dan dalam jagad studi ‘Islam awal’, Norman Calder (1950-1998) bukanlah orang sembarangan. Karya-karya sarjana Inggris ini banyak mempengaruhi arah diskusi kontemporer tentang sejarah Islam.  Sebagai murid langsung dari John Wansbrough (1928-2002), Calder mewarisi…

Read More
Sean Anthony vs Ruqayya Khan

Pembacaan Feminis Terhadap Sejarah Kodifikasi Qur’an; Antara Hafshah Bintu ‘Umar, Ruqayya Khan dan Sean Anthony (Part 2)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Sesuai yang Khan harapkan, artikelnya yang hendak merevitalisasi peran Hafshah dalam kodifikasi teks al-Qur’an, dan di saat yang sama, menuduh pemahaman sejarah atas peristiwa ini sepenuhnya dipengaruhi oleh alur kesarjanaan yang androsentris, berhasil memprovokasi sarjana…

Read More
العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID