Category Review

Masa Depan Tafsir Klasik di Mata Kaum Reformis: Review Artikel Ervan Nurtawab

Oleh: Syamil Basyayif   Terdapat dua arus utama madzhab penafsiran al-Qur’ān di Asia Tenggara pasca abad ke-20. Pertama, madzhab tradisionalis dengan ciri khasnya mengedepankan tradisi kutip-mengutip referensi dari satu karya tafsir menuju tafsir lainnya. Madzhab ini mengkristal dalam tradisi penulisan…

Read MoreMasa Depan Tafsir Klasik di Mata Kaum Reformis: Review Artikel Ervan Nurtawab

Misi Penghapusan Ayat? David S. Powers dan Abrogasi dalam Surat al-Aḥzāb

Muhammad Sapi'i Review David S. Powers

Oleh: Muhammad Sapi’i   Jika ingin melihat revisonis di masa modern ini yang gethol melakukan kajian kritis dan mempertanyakan otentisitas al-Qur’an, ia adalah David Stephan Powers (Cornell). Karya-karyanya mendapat atensi positif dari pemujanya sekaligus kritik dari lawannya. Dalam sejumlah karyanya,…

Read MoreMisi Penghapusan Ayat? David S. Powers dan Abrogasi dalam Surat al-Aḥzāb

Karakteristik Surat-Surat Madaniyyah dan Ambisi Nicolai Sinai Merekonstruksi Inner-Qur’anic Chronology

Nicolai Sinai, Unlocking the Medinan Quran

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Meneruskan keyakinan mereka tentang kemungkinan menyusun al-Qur’an secara kronologis tanpa bantuan materi-materi Asbāb al-Nuzūl yang dianggap bagian dari post-extra Qur’anic hagiography, Sinai dan kolega-koleganya beranjak lebih jauh dengan mengidentifikasi karakteristik dari apa yang dipercayai secara tradisional…

Read MoreKarakteristik Surat-Surat Madaniyyah dan Ambisi Nicolai Sinai Merekonstruksi Inner-Qur’anic Chronology

Membela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Membela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Daneshgar tidak sedang main-main ketika melempar klaim bahwa kajian Keislaman di akademi Muslim cenderung sektarian, apologetik, teologis, dogmatik, defensif, deskriptif, anti-kritik, irshādik dan normatif (baca review atas bukunya berjudul Studying the Qur’an in Muslim Academy di sini).…

Read MoreMembela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Mendaur Ulang “Muqaddimah” Ibn Taymiyyah (1263-1328): Review Artikel Younus Mirza

Mendaur Ulang Ibn Taymiyyah

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel Younus Mirza (Georgetown University) ini melanjutkan episode pelacakan fragmen tertentu sejarah intelektual Islam melalui peran para editor buku di era modern, sebuah usaha yang belakangan mengkristal lewat karya-karya para orientalis seperti Ahmed el-Shamsy (lihat…

Read MoreMendaur Ulang “Muqaddimah” Ibn Taymiyyah (1263-1328): Review Artikel Younus Mirza

Pergeseran Polivalensi-Monovalensi dalam Sejarah Tafsīr: Review Artikel Pieter Coppens.

Oleh: Sherly Dwi Agustin Pieter Coppens dalam karyanya yang berjudul Did Modernity End Polyvalence? Some Observations on Tolance for Ambiguity in Sunni Tafsīr menyajikan cara baru dalam kajian sejarah tafsīr. ia berangkat dari konsepsi popular bahwa budaya-budaya Islam secara historis…

Read MorePergeseran Polivalensi-Monovalensi dalam Sejarah Tafsīr: Review Artikel Pieter Coppens.

UPAYA MENGAKTUALISASIKAN AYAT-AYAT ANTI KEKERASAN DALAM AL-QUR’AN (Review Artikel Ahmad Baidowi)

Oleh: Matsna Afwi Nadia   Tulisan ini lahir dari gagasan Ahmad Baidowi tentang ayat-ayat anti kekerasan dalam Al-Qur’an yang dimuat dalam artikelnya dengan judul “Promoting Qur’anic Verses That Reject Violence”. Pembahasan atas tema tersebut berkaitan dengan isu pelemahan identitas Islam…

Read MoreUPAYA MENGAKTUALISASIKAN AYAT-AYAT ANTI KEKERASAN DALAM AL-QUR’AN (Review Artikel Ahmad Baidowi)
Unknown