Tag Muammar Zayn Qadafy

Lima Megariset Seputar al-Qur’an di Eropa: Menuju H-14 Konferensi “A Word Across Language” European Qur’an-UIN Yogya

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Tren riset studi al-Qur’an di Eropa, selain bisa dilihat dari sebaran keahlian Professor dan staf pengajar di jurusan Studi Islamnya, juga bisa dipetakan dari keberadaan megariset-megariset yang salah satunya didanai oleh European Research Council (disingkat…

Read MoreLima Megariset Seputar al-Qur’an di Eropa: Menuju H-14 Konferensi “A Word Across Language” European Qur’an-UIN Yogya

Karakteristik Surat-Surat Madaniyyah dan Ambisi Nicolai Sinai Merekonstruksi Inner-Qur’anic Chronology

Nicolai Sinai, Unlocking the Medinan Quran

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Meneruskan keyakinan mereka tentang kemungkinan menyusun al-Qur’an secara kronologis tanpa bantuan materi-materi Asbāb al-Nuzūl yang dianggap bagian dari post-extra Qur’anic hagiography, Sinai dan kolega-koleganya beranjak lebih jauh dengan mengidentifikasi karakteristik dari apa yang dipercayai secara tradisional…

Read MoreKarakteristik Surat-Surat Madaniyyah dan Ambisi Nicolai Sinai Merekonstruksi Inner-Qur’anic Chronology

Membela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Membela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Daneshgar tidak sedang main-main ketika melempar klaim bahwa kajian Keislaman di akademi Muslim cenderung sektarian, apologetik, teologis, dogmatik, defensif, deskriptif, anti-kritik, irshādik dan normatif (baca review atas bukunya berjudul Studying the Qur’an in Muslim Academy di sini).…

Read MoreMembela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Mendaur Ulang “Muqaddimah” Ibn Taymiyyah (1263-1328): Review Artikel Younus Mirza

Mendaur Ulang Ibn Taymiyyah

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel Younus Mirza (Georgetown University) ini melanjutkan episode pelacakan fragmen tertentu sejarah intelektual Islam melalui peran para editor buku di era modern, sebuah usaha yang belakangan mengkristal lewat karya-karya para orientalis seperti Ahmed el-Shamsy (lihat…

Read MoreMendaur Ulang “Muqaddimah” Ibn Taymiyyah (1263-1328): Review Artikel Younus Mirza

Turki (Bukan Indonesia) adalah Masa Depan Studi Islam?: Oleh-Oleh dari Berlin (Part 2)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Ada satu hal yang menggangu saya secara emosional selama pelaksanaan konferensi ini, yaitu adanya kesepakatan tidak tertulis dari para akademisi yang hadir, bahwa masa depan studi Islam ada di Turki, wa bi al-khusus, Istanbul. Saya sebut “tidak tertulis”…

Read MoreTurki (Bukan Indonesia) adalah Masa Depan Studi Islam?: Oleh-Oleh dari Berlin (Part 2)

Urgensi Membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Retorika Menurut Kate Zebiri: Catatan H-12 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Di antara fitur baru dalam Historiografi tafsir yang ditawarkan Walid Saleh (silahkan lihat beberapa penjelasan tentangnya di sini) adalah diletakkannya al-Kashshāf karya al-Zamakhsharī (d. 539/ 1143) sebagai pusat gravitas sejarah tafsir. Secara hiperbolik, sang pemikir mengutarakan bahwa…

Read MoreUrgensi Membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Retorika Menurut Kate Zebiri: Catatan H-12 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Modernitas Memaksa al-Qur’an Menjawab Semua Permasalahan: Catatan Menuju H-14 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Pergeseran Orientasi Penulisan Kitab Tafsir Sebagai penanda orientasi baru dalam penulisan kitab tafsir, pembukaan Kitab Tafsir al-Manār yang ditulis Rashīd Riḍā (1865-1935) terbilang “berani” dan “ceplas-ceplos”. Tidak seperti template muqaddimah tafsir era pertengahan Islam yang cenderung tawāḍuʿ dengan mengambil…

Read MoreModernitas Memaksa al-Qur’an Menjawab Semua Permasalahan: Catatan Menuju H-14 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Digital Humanities in Tafsir Studies: Ringkasan Presentasi Akif Koc tentang Kajian Sanad di Tafsir Ṭabarī

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Digital Humanities dalam Studi Islam Kalau ada satu hal yang paling saya ingat dari presentasi Mehmed Akif Koc dalam “Studium Generale on al-Ṭabarī (d. 310/923), Revisited” pada hari rabu (5 April 2023) adalah pemakaian data-data…

Read MoreDigital Humanities in Tafsir Studies: Ringkasan Presentasi Akif Koc tentang Kajian Sanad di Tafsir Ṭabarī

Dongeng Jalan Tengah: Herbert Berg Membenturkan Paradigma Optimis dan Skeptis dalam Tafsir Q. 15: 89-91

Dongeng Jalan Tengah

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Awal Mula Sejak pertama diperkenalkan, isu “asal-usul” agama Islam (Islamic origins) telah melahirkan tensi berkepanjangan antara pendukung dan penyanggahnya. Golongan skeptis (biasa disebut juga “revisonis”) tanpa ragu menyebut bahwa segala hal yang kita ketahui tentang…

Read MoreDongeng Jalan Tengah: Herbert Berg Membenturkan Paradigma Optimis dan Skeptis dalam Tafsir Q. 15: 89-91

Kemungkinan Pengembangan Living Qur’an ke Depan: Beberapa Persoalan Mendasar

Diskusi Mingguan Kalijaga Muda

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Siang ini, @studitafsir bersama dosen-dosen muda Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mendiskusikan artikel Ahmad Rafiq tentang terminologi Living Qur’an (LQ) yang pernah juga di-review di StudiTafsir. Baca juga wawancara eksklusif kami dengan…

Read MoreKemungkinan Pengembangan Living Qur’an ke Depan: Beberapa Persoalan Mendasar

Melepas Studi Tafsir dari Bayang-Bayang Studi Qur’an (Part 2): Studi Tafsir Sebagai ‘Titik Temu’ Pendekatan Normatif dan Obyektif

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Judul reviu kali ini memang saya akui, panjang. Baik kalimat induk (sebelum titik dua), maupun kalimat turunannya sama-sama memuat argumen penting yang sulit disederhanakan. Saya melihat bahwa intisari dari artikel Pieter Coppens (Amsterdam), yang berjudul “Tafsir…

Read MoreMelepas Studi Tafsir dari Bayang-Bayang Studi Qur’an (Part 2): Studi Tafsir Sebagai ‘Titik Temu’ Pendekatan Normatif dan Obyektif
Unknown