Tag Muammar Zayn Qadafy

Pengumuman #2

Call for Papers Buku Suntingan (Edited Volume) tentang “Latar, Fungsi dan Pendekatan dalam Tafsir al-Qur’an (Abad 2/8 hingga Abad 11/17)” Latar Belakang Studi tafsīr, sebagai salah satu cabang kajian sejarah Islam, bergeliat dan bergerak dengan caranya sendiri yang unik. Pelepasannya…

Review #65

Ruang Untuk Riset Spekulatif

Oleh: Rijal Ali   Bentuk Yang Tidak Lazim  Dalam salah satu podcast-nya, Bagus Muljadi pernah menyebut Leverhulme Trust, sebuah lembaga filantropi independen yang berbasis di Inggris, didirikan pada tahun 1925 melalui warisan William Hesketh Lever, dan berkomitmen mendukung blue-skies research,…

Histo-Filo #2

Tafsir Mbah Mun, QS. al-Nabaʾ: 19-22, dan Batasan-Batasan Kontekstualisasi

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Retorika Mbah Mun (w. 2019) dalam Tafsir Kallā Sa Yaʿlamūn Perkuliahan penutup untuk mata kuliah “Hermeneutika al-Qur’an” semester lalu menyisakan satu diskursus penting tentang seberapa jauh kontekstualisasi bisa ditoleransi. Saat itu, saya bersama para mahasiswa…

Histo-Filo #1

29, Nov - Tafsir

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Jejak Persia di Literatur Islam Pra-Modern: Gagasan dari Cirebon Salah seorang keynote speaker dalam perhelatan Annual Meeting AIAT ke-8 kali ini, Faried Saenong, mengembangkan thesisnya yang ditulis pada 2015, mengenai jejak-jejak Shi’ah di literatur Islam…

Kolom #28

Gambar Cukup, SUdah,, Asumsi - masa

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Kritik Syamil Basayif Dalam reviewnya tentang artikel saya berjudul “Just a Philomath, not a Polymath”, Syamil Basayif melontarkan beberapa catatan yang menarik. Basayif menyebut kritik saya tentang fenomena academic echolalia hanya cocok untuk kajian berbasis teks,…

Kolom #27

Gambar 17, September,, Copy - bahasa

Oleh: Annas Rolli Muchlisin   Saya sangat menikmati ulasan terbaru mas Mu’ammar tentang oleh-oleh intelektualnya dari Ankara. Perbincangannya dengan akademisi studi Tafsir tersohor di Turki, Prof. Mehmed Akif Koc, membuka ruang “muhasabah” dan “kesadaran” bahwa kajian kita masih jauh tertinggal,…

Kolom #26

Alif Jabal Kurdi, Akankah?

Oleh: Alif Jabal Kurdi   “Oleh-oleh dari Ankara” menjadi serial “Oleh-Oleh” ketiga Mu’ammar Zayn Qadafy, setelah sebelumnya ia menulis dwilogi “Oleh-Oleh dari Berlin 1 & 2”. Melalui dua tulisan “ringan” yang cukup dipenuhi satire itu, Mas Mu’ammar, begitu saya kerap…

Review #64

Gambar M - dalam

Oleh: M. Syamil Basayif   Ironi Sapenian Menjadi akademisi bermadzhab Sapen rasanya memang kurang sempurna dan ‘kāffah’ tanpa ikut urun rembug membicarakan megaproyek Integrasi-Interkoneksi (I-Con) gagasan Amin Abdullah. Tentu sudah terlampau mainstream —terlebih dari internal Sapenian— jika testimoninya bernada positif. Namun…

Kolom #25

Kajian Linguistik Arab yang mendang-mending

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Terhenyak di Ankara Kesan baik yang saya dapatkan dari Turki tidak hanya soal kekayaan sejarah dan kulinernya, melainkan juga soal kajian akademik dalam bidang studi Qur’an dan Tafsir yang saya tekuni.  Dua tahun lalu, pasca…

Terjemah #2

Nicolai SInai, AIAT Se-Indonesia, Mendekati al-Quran Surat by Surat

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel kali ini adalah transkrip dari presentasi Nicolai Sinai (Oxford) yang disampaikan dalam Konferensi Internasional AIAT-Se Indonesia pada awal September 2024, di IAIN Kediri. Proses transkrip dan penerjemahan (dengan seizin penulis dan AIAT se-Indonesia) dilakukan…

Kolom #24

Ummah, Wasat, Dalam - Islam

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Terbuai dengan Salah Satu Makna Ummah Wasaṭ dalam Tafsir Q. 2: 143 Tulisan ini tidak sedang menyoal diusungnya jargon Islam wasaṭīyah sebagai model keberislaman umat Islam di Indonesia yang digadang-gadang mampu menjadi alternatif di tengah…

Kolom #21

Gambar Lima, Megariset - alquran

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Tren riset studi al-Qur’an di Eropa, selain bisa dilihat dari sebaran keahlian Professor dan staf pengajar di jurusan Studi Islamnya, juga bisa dipetakan dari keberadaan megariset-megariset yang salah satunya didanai oleh European Research Council (disingkat…