Tag Walid Saleh

Lanskap #1

Hamdan Maghribi, Siapa Berhak Menafsirkan al-Quran

Oleh: Hamdan Maghribi   Prolog Dalam sejarah pemikiran Islam, sedikit karya yang memiliki dampak terbalik secara proporsional antara ukuran fisik dan pengaruh intelektualnya, seperti Muqaddimah fī Uṣūl al-Tafsīr karya Aḥmad ibn Taymiyyah (w. 728/1328). Risalah tipis ini, yang dalam bentuk…

Review #53

Mendaur Ulang Ibn Taymiyyah

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel Younus Mirza (Georgetown University) ini melanjutkan episode pelacakan fragmen tertentu sejarah intelektual Islam melalui peran para editor buku di era modern, sebuah usaha yang belakangan mengkristal lewat karya-karya para orientalis seperti Ahmed el-Shamsy (lihat…

Kolom #20

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Ada satu hal yang menggangu saya secara emosional selama pelaksanaan konferensi ini, yaitu adanya kesepakatan tidak tertulis dari para akademisi yang hadir, bahwa masa depan studi Islam ada di Turki, wa bi al-khusus, Istanbul. Saya sebut “tidak tertulis”…

Review #48

Studium Generale, Tabari, Revisited

Oleh: Ahmad Mughzi Abdillah Mehmet Akif Koç adalah seorang cendekiawan Turki yang melakukan kajian mendalam mengenai kajian isnad dalam khasanah tafsir klasik. Sayangnya, Koç tidak banyak dikenal oleh sarjana Indonesia lantaran keterbatasan mereka dalam mengakses bahasa Turki. Dengan diterbitkannya İsnad…

Review #47

Studium General IAT UIN Jogja on Saleh vs Koc

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Setelah menerbitkan The Formation of Classical Tradition pada 2013, Walid Saleh mengembangkan tesisnya tentang terlalu diglorifikasinya al-Ṭabarī dalam historiografi tafsir modern. Catat bahwa dalam bukunya di atas, Saleh mengusung al-Thaʿlabī (w. 427/1036) sebagai maestro tafsir ensiklopedis…

Ujian Disertasi Yang Sebenarnya

Thesis Defens Mu'ammar Zayn Qadafy

Hari ini (27/8/21), secara resmi, saya berhasil mempertahankan disertasi dengan judul ‘THE EARLY CHRONOLOGICAL INTERPRETATION OF THE QUR’AN: Al-Muḥarrar al-Wajīz of Ibn ʿAṭīyah al-Andalusī (483-541/ 1088-1147)’.  Tesis ini telah mengalami perjalanan panjang yang ‘melelahkan’ sekaligus ‘menyenangkan’. Sebelum sampai pada bentuknya…