Lanskap #1

Hamdan Maghribi, Siapa Berhak Menafsirkan al-Quran

Oleh: Hamdan Maghribi   Prolog Dalam sejarah pemikiran Islam, sedikit karya yang memiliki dampak terbalik secara proporsional antara ukuran fisik dan pengaruh intelektualnya, seperti Muqaddimah fī Uṣūl al-Tafsīr karya Aḥmad ibn Taymiyyah (w. 728/1328). Risalah tipis ini, yang dalam bentuk…

Histo-Filo #1

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Jejak Persia di Literatur Islam Pra-Modern: Gagasan dari Cirebon Salah seorang keynote speaker dalam perhelatan Annual Meeting AIAT ke-8 kali ini, Faried Saenong, mengembangkan thesisnya yang ditulis pada 2015, mengenai jejak-jejak Shi’ah di literatur Islam…

Kolom#29

Oleh: Achmad Mughzi Abdillah   Tiga pekan menjelang perhelatan Graduate Student Conference on Islam and Muslim Societies (STREAMS) di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Fakultas Studi Islam mengadakan kegiatan public lecture bertajuk “Fakhr al-Dīn al-Rāzī’s Philosophical Project” yang disampaikan oleh…

Call for Discussion (CfD)

Studitafsir.com memberi kesempatan sekaligus mengajak para Sarjana dan sejarawan Tafsir untuk berkontribusi dalam menyemarakkan kajian tafsir dalam bentuk tulisan-tulisan yang sesuai dengan tujuan platform digital ini,  dalam salah satu dari beberapa format berikut: 1. Review atas artikel Jurnal atau atas…

Kolom #28

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Kritik Syamil Basayif Dalam reviewnya tentang artikel saya berjudul “Just a Philomath, not a Polymath”, Syamil Basayif melontarkan beberapa catatan yang menarik. Basayif menyebut kritik saya tentang fenomena academic echolalia hanya cocok untuk kajian berbasis teks,…

Kolom #27

Oleh: Annas Rolli Muchlisin   Saya sangat menikmati ulasan terbaru mas Mu’ammar tentang oleh-oleh intelektualnya dari Ankara. Perbincangannya dengan akademisi studi Tafsir tersohor di Turki, Prof. Mehmed Akif Koc, membuka ruang “muhasabah” dan “kesadaran” bahwa kajian kita masih jauh tertinggal,…

Kolom #26

Alif Jabal Kurdi, Akankah?

Oleh: Alif Jabal Kurdi   “Oleh-oleh dari Ankara” menjadi serial “Oleh-Oleh” ketiga Mu’ammar Zayn Qadafy, setelah sebelumnya ia menulis dwilogi “Oleh-Oleh dari Berlin 1 & 2”. Melalui dua tulisan “ringan” yang cukup dipenuhi satire itu, Mas Mu’ammar, begitu saya kerap…

Review #64

Oleh: M. Syamil Basayif   Ironi Sapenian Menjadi akademisi bermadzhab Sapen rasanya memang kurang sempurna dan ‘kāffah’ tanpa ikut urun rembug membicarakan megaproyek Integrasi-Interkoneksi (I-Con) gagasan Amin Abdullah. Tentu sudah terlampau mainstream —terlebih dari internal Sapenian— jika testimoninya bernada positif. Namun…

Kolom #25

Kajian Linguistik Arab yang mendang-mending

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Terhenyak di Ankara Kesan baik yang saya dapatkan dari Turki tidak hanya soal kekayaan sejarah dan kulinernya, melainkan juga soal kajian akademik dalam bidang studi Qur’an dan Tafsir yang saya tekuni.  Dua tahun lalu, pasca…

Review #63

Oleh: Muhammad Syamil Basayif   Salah satu perdebatan klasik di bawah payung studi al-Qur’an adalah topik tentang sifat bahasa al-Qur’an. Pertanyaan paling mendasar dari isu ini adalah, “Dengan bahasa apa al-Qur’an menyampaikan risalah-Nya?” Menurut mayoritas cendekiawan Muslim, bahasa al-Qur’an berasal…

Terjemah #2

Nicolai SInai, AIAT Se-Indonesia, Mendekati al-Quran Surat by Surat

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel kali ini adalah transkrip dari presentasi Nicolai Sinai (Oxford) yang disampaikan dalam Konferensi Internasional AIAT-Se Indonesia pada awal September 2024, di IAIN Kediri. Proses transkrip dan penerjemahan (dengan seizin penulis dan AIAT se-Indonesia) dilakukan…

Kolom #24

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Terbuai dengan Salah Satu Makna Ummah Wasaṭ dalam Tafsir Q. 2: 143 Tulisan ini tidak sedang menyoal diusungnya jargon Islam wasaṭīyah sebagai model keberislaman umat Islam di Indonesia yang digadang-gadang mampu menjadi alternatif di tengah…