Category Kolom

Terjemah Interlinear al-Qur’an di Melayu-Indonesia: dari JC Lobherz ke RM Feener (Bag. 2)

Terjemah Interlinear al-Qur’an di Melayu-Indonesia: dari JC Lobherz ke RM Feener (Bag.2) Oleh: Muhammad Dluha Lutfillah   Kontribusi Wilson ini sejak dalam judul telah menyebutkan penekanan pada bahasa- bahasa “Islamicate”.  Agaknya untuk memberi permakluman pada judul tersebut, Wilson mengatakan “Muslim activity…

Read MoreTerjemah Interlinear al-Qur’an di Melayu-Indonesia: dari JC Lobherz ke RM Feener (Bag. 2)

Terjemah Interlinear al-Qur’an di Melayu-Indonesia: dari JC Lobherz ke RM Feener (Bag. 1)

Muhammad Dluha Lutfillah, State of the Art Interlenear Translation of the Quran

Oleh: Muhammad Dluha Lutfillah Where it all begins Umberto Eco (1932-2016) pernah dengan cukup marah menyampaikan tuntutannya agar kajian terjemahan memperhatikan hal-hal kecil sekalipun dan memberi detail penjelasan sebanyak mungkin, seperti yang George Steiner (Chicago, 1929-2020) lakukan dalam After Babel:…

Read MoreTerjemah Interlinear al-Qur’an di Melayu-Indonesia: dari JC Lobherz ke RM Feener (Bag. 1)

Urgensi Membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Retorika Menurut Kate Zebiri: Catatan H-12 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Di antara fitur baru dalam Historiografi tafsir yang ditawarkan Walid Saleh (silahkan lihat beberapa penjelasan tentangnya di sini) adalah diletakkannya al-Kashshāf karya al-Zamakhsharī (d. 539/ 1143) sebagai pusat gravitas sejarah tafsir. Secara hiperbolik, sang pemikir mengutarakan bahwa…

Read MoreUrgensi Membaca Al-Qur’an dengan Ilmu Retorika Menurut Kate Zebiri: Catatan H-12 Deadline CfP Konferensi AIAT-NICMCR)

Living Qur’an: Bid’ah dan Kecelakaan Sejarah dalam Studi Al-Qur’an

Oleh:Egi Tanadi Taufik   Kajian the living Qur’an atau “Studi Living Qur’an” adalah nomenklatur populer yang dipakai untuk menyebutkan “penelitian yang memberikan perhatian pada respon masyarakat terhadap teks al-Qur’an dan hasil penafsiran seseorang” (Syamsuddin: 2007, hlm. xiv; 2019, hlm. 135).…

Read MoreLiving Qur’an: Bid’ah dan Kecelakaan Sejarah dalam Studi Al-Qur’an

MEMBINCANG “AL-QUR’AN EROPA” DAN STUDI AL-QUR’AN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MODERN Catatan Kuliah Tamu “The European Qur’an” LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Oleh: Tim LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Pada Hari Kamis (20 Oktober 2022), Laboratorium Studi Qur’an dan Hadis (LSQH), bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prodi S-1 dan Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan kuliah tamu…

Read MoreMEMBINCANG “AL-QUR’AN EROPA” DAN STUDI AL-QUR’AN DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MODERN Catatan Kuliah Tamu “The European Qur’an” LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Muḥammad Jawwād Mughniyah, Sang Mufassir-Cum-Pilsuf (1)

Oleh: Achmad Fauzan  Muḥammad Jawwād Mughniyah (1904-1979 M) merupakan tokoh Syi’ah Imamiyah Iṡnā ‘Asyariyyah yang kelahirannya sezaman dengan dua tokoh Syi’ah lainnya: Ayatullah Khomeini (1902-1989 M), dan Ḥusayn al-Ṭabaṭabā’ī (1904-1981 M). Terdapat beberapa persamaan antara Jawwād dan Ṭabaṭabā’ī: mereka berdua…

Read MoreMuḥammad Jawwād Mughniyah, Sang Mufassir-Cum-Pilsuf (1)

Dilema Kepakaran Muqatil bin Sulayman (w. 150 H/767 M) dalam Ilmu Tafsir

Oleh: Ahmad Mushawwir Nama Muqātil bin Sulayman (w. 150 H/767 M) bukanlah nama asing di dalam teradisi keilmuan Islam. Setidaknya menyebut nama Muqātil–sebagaimana ditulis Fawaidur Ramdhani dalam “Kredibilitas Muqātil Bin Sulaymān dalam Periwayatan Isrā’īliyyāt–akan memperkenalkan kita pada julukan-julukan yang diciptakan…

Read MoreDilema Kepakaran Muqatil bin Sulayman (w. 150 H/767 M) dalam Ilmu Tafsir

Dipertanyakannya Posisi “al-Tafsīr wa al-Mufassirūn” Sebagai Sumber Utama Historiografi Tafsir

Asrul Syam, Historiografi Tafsir

Oleh: Asrul Syam Pemikiran-pemikiran Walid Saleh (Toronto) secara eksplisit sudah beberapa kali diulas dan dipublikasikan di StudiTafsir. Ulasan-ulasan tersebut antara lain oleh Mu’ammar Zayn Qadafy (Tentang Klasifikasi Tafsīr bi-l-Maʾthūr dan bi-l-Raʾy yang Tidak lagi Fashionable), S.M Fahmi Azhar (Walid Saleh…

Read MoreDipertanyakannya Posisi “al-Tafsīr wa al-Mufassirūn” Sebagai Sumber Utama Historiografi Tafsir

Polemik Mun’im Sirry (Part 2): Rekontruksi Hipotetikal Seorang Teolog Progresif

Polemik Mun'im Sirry (Part 1)

Oleh: Fadhli Lukman Di akhir bagian pertama tulisan saya sebelumnya, saya menyinggung tentang adanya ambiguitas dalam positioning Mun’im sebagai seorang penulis: apakah ia pengkaji sejarah Islam awal—dalam kata lain, seorang sejarawan, atau pengamat kesarjanaan revisionis mengenai Al-Qur’an atau sejarah Islam…

Read MorePolemik Mun’im Sirry (Part 2): Rekontruksi Hipotetikal Seorang Teolog Progresif
Unknown