Leiden, Belanda (16 November- 11 Desember 2015)

Dengan bantuan dana dari Kementrian Agama RI, saya mengikuti Short Course Metodologi Riset di Leiden University Center for The Study of Islam and Society (LUCIS). Dalam rangkaian acara tersebut, saya mempresentasikan proposal riset dengan judul “The Dynamic of Kiyai Kejawen (The Case of Mbah Kyai Abdurrahman, Pilang-Pangkur-Ngawi)“. Di antara pemateri dalam rangkaian satu bulan short course adalah:

  1. Doris Jedamski, seorang kurator pada “South and Southeast Asian Manuscripts and Rare Books” Leiden University, tentang pengenalan manuskrip Islam yang terdapat di perpustakaan Leiden University.
  2. Camilla Adang, dosen Tel Aviv University tentang warisan intelektual Ibn Hazm.
  3. A.A. (Asghar) Seyed-Gohrab, peneliti senior pada Faculteit der Geesteswetenschappen, Leiden Institute for Area Studies, SMES APT, tentang peran sastra Persia dalam memengaruhi tindakan dan perilaku masyarakat Iran dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Nahda Shehada (dosen senior pada International Institute of Social Studies [ISS] Erasmus University Rotterdam) tentang perbandingan pelaksanaan peradilan hukum keluarga di Gaza dan Damaskus
  5. Petra Sijpesteijn, direktur dari Leiden Center for the Study of Islam and Society (LUCIS) tentang sejarah Mesir pada masa sangat dini dari sejarah Islam.
  6. Léon Buskens, dosen pada Leiden University Institute for Area Studies (LIAS) tentang tradisi studi Islam dan masyarakat Muslim di Leiden University.
  7. David Henley, profesor pada Leiden University Institute for Area Studies (LIAS) tentang
    Suatu sore di Leiden

    perbandingan perkembangan ekonomi di Asia dan Afrika.

  8. Nico Kaptein, dosen pada Faculteit der Geesteswetenschappen, Leiden Institute for Area Studies, tentang perkembangan studi Islam di Belanda.
  9. Jan Michiel Otto, dosen dan direktur the Van Vollenhoven Institute for Law, Governance, and Development tentang bidang kajian, sejarah, dan arah pengembangan Van Vollenhoven Institute.
  10. David Kloos, postdoctoral researcher pada KITLV tentang proyek penelitiannya tentang otoritas perempuan di Aceh.
  11. Irene Hadiprayitno, dosen Universitas Indonesia yang menjadi research fellow pada International Studies Leiden University tentang hak atas pangan bagi masyarakat di Papua.
  12. Mujiburrahman, dosen IAIN Antasari Banjarmasin yang sedang menjadi research fellow di KITLV Leiden tentang kajian sosiologis terhadap Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tentang Pendirian Rumah Ibadah dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Di saat sama, beberapa konferensi juga sedang berlangsung di Leiden: Pertama, Juyboll Conference, sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh LUCIS Leiden University bekerja sama dengan Stichting Oosters Instituut dan Juynboll Stichting, untuk memeringati dan menghormati G.H.A. Juynboll, seorang profesor yang menghabiskan karir hidupnya untuk meneliti hadis. Konferensi yang dilakukan selama tiga hari ini (3-5 Desember 2015) menghadirkan Maribel Fierro, seorang ahli Timur Tengah masa klasik, dan 21 orang pembicara dalam diskusi panel. Tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah Islam Abad III Hijriyah (Islam@250).

Lebih dari separoh presentator di konferensi ini menggunakan sumber manuskrip kuno. Misalnya, pada sesi pertama, Asma Hilali, dengan paparannya yang berjudul “The Qur’an Text and Its Transmission,” mengulas beberapa manuskrip Quran kuno untuk melihat proses transmisi Quran masa awal Islam.

Kincir Angin di jantung Leiden

Pada sesi akhir juga ada paparan tentang sejarah Aleksandria oleh Jelle Bruning yang didasarkan pada temuan manuskrip. Dengan paparan berta

juk “Expecting Alexandria’s Destruction? Ninth-century Images of a Metropolis,” ia memaparkan gambar-gambar manuskrip tentang kemajuan yang dicapai oleh Alexandria yang selama ini hilang penjelasannya dalam kajian sejarah populer.

Kedua, Ocean of Law Conference. Konferensi ini berlangsung pada 7-9 Desember 2009 di Gravensteen Leiden University. Konferensi ini mempertemukan para sarjana dan peneliti yang mengkaji sejarah hukum Dunia Samudera Hindia (1550-1950). Bertindak sebagai keynote speakers adalah Paul Halliday (University of Virginia) dan Engseng Ho (Duke University and National University Singapore).

Kegiatan akademik lain yang tidak kalah menariknya, selain kuliah umum dan konferensi ilmiah, adalah independent learning dengan melakukan penelusuran pustaka.

Share It :
Default image
Studi Tafsir
Articles: 74

Leave a Reply

العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID