Yogyakarta (17 September 2021): Bagian Pertama Diseminasi Tesis

Apakah Tafsir Kronologis itu benar-benar fenomena modern? Apakah Tafsir Kronologis hanya bisa ditemukan di Karya Tafsir yang disusun berdasarkan urutan pewahyuan (baik yang tematik maupun musalsal)? Bagaimana dengan tafsir yang memakai format rasm Uthmani (seperti kitab tafsir klasik dan pertengahan), kesadaran kronologis seperti apa yang kita harapkan bisa muncul?

Seberapa produktif mendekati sebuah kitab tafsir dengan framework Encyclopedik-Madrasah style, alih alih bilma’thur- birra’y? Mengapa studi tafsir harus segera dialih-aruskan ke kategori pertama?

Bagaimana memulai sebuah riset tentang tafsir klasik dan pertengahan? Pemahaman sejarah tafsir mana yang sudah baku dan mana yang bisa dirubah? Dan seberapa signifikan data sejarah yang bisa diungkap dari kajian atas kitab tafsir klasik?

Pertanyaan-pertanyaan ini yang saya coba jawab dalam 1,5 jam presentasi pagi ini dalam sebuah konferensi virtual yang diadakan LSQH UIN Yogya bekerja sama dengan AIAT Se-Indonesia, yang adalah bagian kecil saja dari disertasi saya. Ada juga cerita tentang diskusi antara saya, ibu Johanna dan Pak Walid saat ujian.

Presentasi bisa disaksikan di link youtube berikut.

Share It :
Default image
Studi Tafsir
Articles: 74

Leave a Reply

العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID