Surakarta (11 Oktober 2021), Pemetaan Teori Kronologi Klasik

Banyak yang menganggap teori teori kronologi tradisional itu linear, one-dimensional dan sealur. Itu benar. Tapi tidak banyak yang tahu kalau mereka berbeda satu dengan lain dalam hal-hal prinsipil.
Bagian pertama presentasi saya memerinci 8 teori kronologi tradisional yang, menariknya, muncul dalam 6 genre karya yang berbeda: Naskh, Fadha’il, Fihris, Sirah, Tarikh, dan Dala’il. Ini sesuatu..!
Lalu di akhir seminar, seorang peserta bertanya, “jika sedemikian kompleksnya wacana tafsir kronologis, layakkah dia menjadi mata kuliah sendiri di kurikulum IAT?”.
“Itu ide brilliant..” sahut saya. “12 kali tatap muka bahkan belum cukup untuk mengkaji sejarah intelektual kronologi al-Quran, implikasi teologis dari menyusun al-Quran secara kronologis, kekhasan masing-masing kitab yang belum dikaji secara proper, resepsi masyarakat muslim dulu dan sekarang, basis asumsi tafsir kronologis, variasi aplikasinya, serta kompatibilitasnya dengan metode tafsir yang lain, dan masih banyak lagi”. Sangking semangatnya, saya lupa kalau saya bukan siapa-siapa dan saya tidak punya wewenang untuk merumuskan apalagi membuat kurikulum.
Share It :
Default image
Studi Tafsir
Articles: 74

Leave a Reply

العربية AR English EN Bahasa Indonesia ID