Studi Tafsir

Studi Tafsir

Review #56

Karen Bauer dan Usulannya atas Emosi al-Quran

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Keterkaitan dan Ketidakterkaitan Visi Akademik Karen Bauer dengan “Mega Proyek” Nicolai Sinai Ada beberapa hal yang secara paradigmatik “mengikat” pemikiran Karen Bauer dengan Nicolai Sinai, tokoh pendekar kronologi al-Qur’an dari Pembroke College yang telah kami ulas…

Review #55

Oleh: Abd. Muhaimin   Eaton pernah menulis dalam sebuah artikel ringan berjudul “Religion and Feminism? A way to look at their relationship from an intersectional and postcolonial view,” yang terbit secara daring pada 16 Maret 2021 di laman LSE International…

Review #54

Nicolai Sinai, Unlocking the Medinan Quran

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Meneruskan keyakinan mereka tentang kemungkinan menyusun al-Qur’an secara kronologis tanpa bantuan materi-materi Asbāb al-Nuzūl yang dianggap bagian dari post-extra Qur’anic hagiography, Sinai dan kolega-koleganya beranjak lebih jauh dengan mengidentifikasi karakteristik dari apa yang dipercayai secara tradisional…

Review #53

Membela Orientalisme (Percakapan Daneshgar dan Empat Reviewer Karyanya)

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Daneshgar tidak sedang main-main ketika melempar klaim bahwa kajian Keislaman di akademi Muslim cenderung sektarian, apologetik, teologis, dogmatik, defensif, deskriptif, anti-kritik, irshādik dan normatif (baca review atas bukunya berjudul Studying the Qur’an in Muslim Academy di…

Review #53

Mendaur Ulang Ibn Taymiyyah

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel Younus Mirza (Georgetown University) ini melanjutkan episode pelacakan fragmen tertentu sejarah intelektual Islam melalui peran para editor buku di era modern, sebuah usaha yang belakangan mengkristal lewat karya-karya para orientalis seperti Ahmed el-Shamsy (lihat…

Kolom #20

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Ada satu hal yang menggangu saya secara emosional selama pelaksanaan konferensi ini, yaitu adanya kesepakatan tidak tertulis dari para akademisi yang hadir, bahwa masa depan studi Islam ada di Turki, wa bi al-khusus, Istanbul. Saya sebut “tidak tertulis”…

Kolom #19

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Tiga hari ini (27-29 Juli), saya berkesempatan untuk menghadiri konferensi tentang sejarah intelektual Islam dengan tajuk “bridging the gap: texts, commentaries and new audience” di Humboldt Universität Zu Berlin. Sebagaimana judulnya, fokus utama dari event…

Kolom #17

Muhammad Dluha Lutfillah, State of the Art Interlenear Translation of the Quran

Oleh: Muhammad Dluha Lutfillah Where it all begins Umberto Eco (1932-2016) pernah dengan cukup marah menyampaikan tuntutannya agar kajian terjemahan memperhatikan hal-hal kecil sekalipun dan memberi detail penjelasan sebanyak mungkin, seperti yang George Steiner (Chicago, 1929-2020) lakukan dalam After Babel:…

Kolom #16

Oleh: Ali Imron   Beberapa waktu lalu, dalam sebuah forum, saya diminta menemui para siswa yang didampingi beberapa guru dari sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jawa Timur yang berkunjung ke Ushuluddin UIN Yogyakarta. Mereka adalah siswa kelas XII yang…

Kolom #15

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Di antara fitur baru dalam Historiografi tafsir yang ditawarkan Walid Saleh (silahkan lihat beberapa penjelasan tentangnya di sini) adalah diletakkannya al-Kashshāf karya al-Zamakhsharī (d. 539/ 1143) sebagai pusat gravitas sejarah tafsir. Secara hiperbolik, sang pemikir mengutarakan bahwa…

Kolom #14

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy Pergeseran Orientasi Penulisan Kitab Tafsir Sebagai penanda orientasi baru dalam penulisan kitab tafsir, pembukaan Kitab Tafsir al-Manār yang ditulis Rashīd Riḍā (1865-1935) terbilang “berani” dan “ceplas-ceplos”. Tidak seperti template muqaddimah tafsir era pertengahan Islam yang cenderung tawāḍuʿ dengan mengambil…