Studi Tafsir

Studi Tafsir

Review #63

Oleh: Muhammad Syamil Basayif   Salah satu perdebatan klasik di bawah payung studi al-Qur’an adalah topik tentang sifat bahasa al-Qur’an. Pertanyaan paling mendasar dari isu ini adalah, “Dengan bahasa apa al-Qur’an menyampaikan risalah-Nya?” Menurut mayoritas cendekiawan Muslim, bahasa al-Qur’an berasal…

Terjemah #2

Nicolai SInai, AIAT Se-Indonesia, Mendekati al-Quran Surat by Surat

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Artikel kali ini adalah transkrip dari presentasi Nicolai Sinai (Oxford) yang disampaikan dalam Konferensi Internasional AIAT-Se Indonesia pada awal September 2024, di IAIN Kediri. Proses transkrip dan penerjemahan (dengan seizin penulis dan AIAT se-Indonesia) dilakukan…

Kolom #24

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Terbuai dengan Salah Satu Makna Ummah Wasaṭ dalam Tafsir Q. 2: 143 Tulisan ini tidak sedang menyoal diusungnya jargon Islam wasaṭīyah sebagai model keberislaman umat Islam di Indonesia yang digadang-gadang mampu menjadi alternatif di tengah…

Kolom #23

Rijal Ali, Tafsir Tematis di Ujung Tanduk

Oleh: Rijal Ali (Mahasiswa Magister IAT, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)   Belakangan ini, tafsir tematik mendapat sorotan yang tajam. Serangakaian event tidak luput mengangkat tema tafsir tematik sebagai tema utama acara. Dalam perhelatan AIAT 2024 di Kediri beberapa waktu yang…

Review #62

Oleh: Izatul Muhidah   Tulisan yang sedang di-review ini adalah hasil kajian Fejrian Yazdajird Iwanebel terhadap gelombang perkembangan tafsir tematik di Indonesia, yang dibahas dalam artikel  berjudul “Genealogi dan Tipologi Tafsir Maudhū’ī di Indonesia” dalam buku yang diterbitkan AIAT se-Indonesia…

Kolom #22

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Hegemoni Tafsir Tematik-Kontekstual Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir berbasis surah belum mendapatkan perhatian yang signifikan dari para pengkaji Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia, khususnya yang terafilisiasi ke dalam Perguruan Tinggi Agama Islam. Salah satu alasannya adalah…

Review #61

Obsesi Merevisi al-Quran, Husnul Khotim

Oleh: Khusnul Khotim   Al-Qur’an disepakati oleh umat muslim sebagai sebuah teks yang bersifat qaṭ’ī al-tsubūt, yakni keberadaan Al-Qur’an saat ini sama persis dengan yang ada pada masa nabi dan terjaga dari pengurangan suatu apapun. Namun di sisi lain, banyak…

Review #60

Oleh: Abd. Muhaimin   Saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang saya ajukan ke diri saya sendiri: Mengapa saya selama ini melihat Islam dan Barat seperti dua entitas yang dipisahkan oleh satu tembok raksasa? Seakan keduanya tidak bisa…

Kolom #21

Oleh: Mu’ammar Zayn Qadafy   Tren riset studi al-Qur’an di Eropa, selain bisa dilihat dari sebaran keahlian Professor dan staf pengajar di jurusan Studi Islamnya, juga bisa dipetakan dari keberadaan megariset-megariset yang salah satunya didanai oleh European Research Council (disingkat…

Review #59

Oleh: Syamil Basyayif   Terdapat dua arus utama madzhab penafsiran al-Qur’ān di Asia Tenggara pasca abad ke-20. Pertama, madzhab tradisionalis dengan ciri khasnya mengedepankan tradisi kutip-mengutip referensi dari satu karya tafsir menuju tafsir lainnya. Madzhab ini mengkristal dalam tradisi penulisan…

Review #58

Muhammad Sapi'i Review David S. Powers

Oleh: Muhammad Sapi’i   Jika ingin melihat revisonis di masa modern ini yang gethol melakukan kajian kritis dan mempertanyakan otentisitas al-Qur’an, ia adalah David Stephan Powers (Cornell). Karya-karyanya mendapat atensi positif dari pemujanya sekaligus kritik dari lawannya. Dalam sejumlah karyanya,…

Review #57

Oleh: I’syatul Luthfi   Dua belas tahun lalu, William A. Graham (Harvard University) memunculkan sebuah teori yang cukup kontroversial. Dia menyebut bahwa istilah Qurān atau Al-Qur’ān di masa generasi awal tidak merujuk pada keseluruhan komunikasi antara Tuhan dengan nabi Muhammad, tidak sebagai…